“Kondisi landfill pertama yang dibangun pada tahun 2017 sudah penuh, maka untuk saat ini digunakan landfill kedua untuk menampung sampah,” katanya.
Landfill Penuh
Himawan menjelaskan kondisi landfill kedua pun diperkirakan penuh hingga satu semester ke depan dengan perhitungan sampah yang masuk ke TPA Troketon rata-rata 95 ton per hari. Dengan kondisi tersebut, di tahun 2021 pembangunan landfill baru mulai dilaksanakan.
“Landfill ketiga yang dibangun pada 2021, akan efektif digunakan mulai pada tahun 2023 berdasarkan perkiraan dengan kuota sampah seberat 95 ton seperti sekarang. Ditambah dengan sampah liar yang ada, maka umur ekonomis yang mampu dicapai TPA Troketon khususnya menggunakan landfill ketiga sekitar 3 tahun,”ungkapnya menjelaskan.
Menurutnya umur TPA Troketon bisa menjadi lebih panjang bila ada upaya pengurangan sampah yang masuk ke TPA. Di antaranya pengelolaan sampah sejak dari tingkat hulu atau masyarakat melalui mekanisme 3R, reuse, reduce, dan recycle. Dengan demikian, sampah yang masuk ke TPA Troketon hanya berupa residu yang tidak dapat diproses secara mandiri oleh masyarakat.
“Fungsi utama TPA Troketon sebenaranya adalah pemrosesan sampah residu yang tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Sehingga keberadaan TPA Troketon sangat erat dengan peran serta masyarakat,” ujarnya.
