Pada 2023, ia berharap harga kedelai lokal semakin membaik, agar menggairahkan para petani. Untuk menggenjot produksi, APBD Jawa Tengah dikerahkan untuk penanaman kedelai di lahan 300 hektare. Selain itu APBN juga memberi alokasi 12.500 hektare lahan kedelai ditambah 50 ribu hektare dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
“Untuk petani, mari kita berproduksi yang bagus, sembari menanti pemerintah (pusat) memberi patokan harga yang berpihak ke petani. Setelah punya produksi yang banyak dan bagus, ayo pengusaha tahu tempe kembali ke kedelai lokal,” pungkas Supriyanto. (Cakram)
