“Di Kota Yogyakarta sendiri keberadaan bahan baku tidak banyak. Kami bekerjasama dengan petani di indonesia untuk stok bahan baku yang digunakan. Selain itu, kita menggunakan biji mahoni. Jika dipotong motif batiknya luar biasa,” katanya.
Tak hanya itu, Deddy juga memanfaatkan kulit kerang yang dijadikan lampu hias yang menambah keunikan produknya.
Kini, Deddy memiliki 70 karyawan di workshop dan 1000 karyawan lepas yang berada di Kota Yogyakarta, Bantul dan Kulonprogo.
“Tenaga pekerja kami, yang ada di workshop juga diajarkan untuk mereka menjadi entrepreneur. Jadi mereka membuka lapangan kerja di tetangganya dari 50 orang bisa memiliki pegawai 2-5 orang dirumah,” ujarnya.
Ia berharap, banyaknya wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta menjadikan peluang para pelaku industri untuk menciptakan suatu produk yang disukai para wisatawan. Selain itu, Deddi juga berharap untuk terus melakukan inovasi agar produk buatannya tidak tertinggal zaman.
