Kisah Sekolah Tionghoa di Kelenteng Hok An Kiong Muntilan

Pengalaman masa kecil The Tjien Ing yang pernah diajar oleh guru bernama Liem Djing He, mendorongnya membangun sekolah baru. Liem Djing He orang Hokkian yang dapat menerjemahkan Tionghoa ke bahasa Jawa atau Melayu.

Tahun 1908, The Tjien Ing membuka sekolah Kuo Yu untuk anak-anak Tionghoa. Sekolah ini menggunakan bahasa Indonesia dan Jawa sebagai pengantar belajar.

Kurikulum bahasa Tiongkok dialek Hokkian tetap diajarkan. Anak-anak bahkan menerima pelajaran membaca buku-buku beraksara Hanzi, yang saat itu hanya dipelajari di daratan Tiongkok.

Metode belajar di sekolah Kuo Yu mula-mula ditolak oleh orang tua murid yang berpikiran kolot. Mereka menolak anak-anak belajar menggunakan bahasa pengantar Jawa atau Indonesia.

Pengaruh Wijkmeester, The Tjien Ing pelan-pelan mengubah pendapat orang tua murid. Belakangan mereka mendukung sekolah, bahkan bersedia memberi sumbangan uang, bangku, dan meja untuk sarana belajar.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *