Kisah Sekolah Tionghoa di Kelenteng Hok An Kiong Muntilan

Center for Religious & Cross-cultural Studies UGM sedang ada proram kerja sama digitalisasi buku koleksi kelenteng. Koleksi perpustakaan banyak yang dulu buku milik sekolah Tionghoa.

Sekolah anak keturunan Tionghoa itu pernah berdiri satu kompleks dengan kelenteng. Begitu besarnya pengaruh sekolah Tiong Hwa Hak Hauw, disebut pernah menandingi sekolah sejenis milik Belanda.

Tiong Hwa Hak Hauw

Astrid menunjukkan buku peringatan 47 tahun Tiong Hwa Hak Hauw (THHH). Buku yang terbit pada 1954 itu menuliskan bahwa Wijkmeester, The Tjien Ing yang pertama kali mencetuskan ide mendirikan sekolah Tionghoa di Muntilan.

Wijkmeester adalah jabatan setingkat lurah yang khusus membawahi komunitas Tionghoa. Saat itu pemerintah Belanda membagi masyarakat dalam 3 kelompok etnis: Pribumi, Timur Asing, dan Eropa.

The Tjien Ing prihatin, anak-anak yang umumnya bersekolah di lembaga swasta, diajar oleh guru Tiongkok totok. Murid yang di rumah biasa berbicara Jawa atau Melayu, kesulitan menerima pelajaran yang disampaikan dalam dialek Hokkian.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *