MAGELANG, Cakram.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mempercepat pembangunan kawasan perdesaan sebagai langkah strategis mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan berbasis kawasan, desa-desa didorong untuk saling bersinergi agar potensinya dapat saling menguatkan.
Wakil Bupati Magelang, Sahid, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak lagi dapat dilakukan secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri di tengah tantangan yang kian kompleks.
“Setiap desa memiliki potensi dan keterbatasan yang berbeda. Karena itu, perlu dibangun pola kerja sama antardesa melalui pendekatan kawasan agar potensi yang dimiliki dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujar Sahid, dilansir dari laman resmi Pemkab Magelang, Selasa 4 Agustus 2026.
Sahid memaparkan, Kabupaten Magelang memiliki 367 desa dengan beragam potensi unggulan, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya dan lingkungan. Potensi besar tersebut dinilai akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih optimal jika dikembangkan secara terintegrasi.
Sebagai contoh, desa yang berfokus pada sektor produksi dapat bermitra dengan desa yang memiliki fasilitas pengolahan, pemasaran, maupun akses logistik. Langkah ini sejalan dengan visi Magelang Anyar Gress (Magelang Aman, Nyaman, Religius, Unggul dan Sejahtera) serta mendukung implementasi program Sapta Cipta “Gemilang Potensine”.
