Bubur Samin Khas Banjar di Masjid Darussalam Solo, Primadona Buka Puasa

“Besok-besok mau antre lagi,” ungkap Yatmi.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Darussalam, Muhammad Rosyidi Muchdor, menceritakan sejarah Bubur Samin khas Banjar, yang selalu dibagikan kepada masyarakat selama Ramadan di Masjid Darussalam.

Mulanya, banyak warga Banjar yang merantau di Solo sekitar 1980. Mereka bekerja di sektor perdagangan, seperti berdagang emas, permata, dan lainnya.

Kemudian, para perantau membeli tanah untuk dijadikan musala atau langgar. Setelah langgar berdiri, saat Ramadan disediakan menu berbuka puasa. Menunya khas dari Kalimantan.

“Yang menunya gonta-ganti ada bubur Banjar, lepet, tumis, masak kuning yang semuanya dari Kalimantan. Lama kelamaan masih untuk buka bersama, 1965 atas saran Takmir Masjid Darussalam bernama H Anang Sa’roni Bin Abdussamad itu menyatakan, bahwa yang patut untuk berbuka puasa adalah bubur Banjar Samin,” tuturnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *