Bubur Samin Khas Banjar di Masjid Darussalam Solo, Primadona Buka Puasa

Setiap kali buka puasa, kata Rosyidi, peminat bubur makin bertambah. Akhirnya, menu ini makin diburu. Tidak hanya warga muslim tapi juga nonmuslim.

Adapun untuk jumlah beras yang dipakai untuk bubur selalu bertambah. Dari tahun 1985 sekitar 15 kg beras per hari per pembuatan. Kemudian pada tahun 2014 menjadi 47 kg beras per hari. Bubur diramu dengan dicampur bumbu khas Kalimantan serta daging, dan sayuran.

Dari 47 kg beras itu, terangnya, bisa menjadi 250 porsi-1.300 porsi. Yang 200 porsi untuk takjil masjid guna berbuka puasa yang ditambah kopi susu, kurma, dan hidangan lainnya. Sedangkan lainnya dibagikan kepada masyarakat sebelum datang waktu buka.

“Dicoba-coba kita pakai 45 kg beras kok kurang, sampai sekarang akhirnya 47-48 kg beras,” imbuhnya.

Adapun dana untuk pembuatan bubur berasal dari alumnus Masjid Darussalam yang berada di daerah lain, seperti Singapura, Majenang, Yogyakarta, Tulungagung, Semarang, Karanganyar, dan Solo Raya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *